Berita Nasional

Senin, 08 Jan 2018, 06:01 WITA

Gubernur Kukuhkan Pengurus BWI Kaltara

Humas - KaltaraProv

  KERUKUNAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Wagub Kaltara H Udin Hianggio berfoto bersama para pimpinan umat beragama di Kaltara di sela peringatan HAB Kemenag RI ke-72, Sabtu (6/1) pagi.TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie resmi mengukuhkan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kaltara periode 2017 hingga 2020. Acara pengukuhan tersebut dilangsungkan di Pendopo Rumah Jabatan (Rumjab) Gubernur Kaltara, Jalan Enggang Tanjung Selor, Sabtu (6/1) malam.

Dirangkaikan dengan malam ramah tamah peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-72, acara diawali dengan melaksanakan Salat Magrib berjamaah, yang dilanjutkan dengan Salat Taubat dan Salat Hajat serta Salat Isya berjamaah. Selain itu, adapula penyampaian tausiah oleh KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro).

“Inisiatif Salat Taubat dan Salat Hajat karena kita telah meninggalkan tahun 2017, dan memanjatkan syukur kita karena telah diberikan umur panjang dan bertemu di tahun 2018. Kita berhajat untuk mengarungi hidup ke tahun-tahun berikutnya, karena penting bagi kita sebagai umat muslim menjalankan salat dan berdoa, semoga dikabulkan doa-doa kita,” kata Gubernur saat memberikan sambutannya. Dengan terbentuknya BWI di Kaltara, Gubernur juga berharap pengelolaan wakaf di Kaltara bisa dikelola secara profesional dan memberikan manfaat yang lebih.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian peringatan HAB, pagi harinya dilaksanakan Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama bertema, ‘Tebarkan Kebaikan’. Jalan sehat yang dimulai dari Lapangan Ahmad Yani dan finis di Lapangan Agatis tersebut, dilepas langsung oleh Gubernur. Meski diwarnai hujan, Gubernur salut dengan antusiasme masyarakat yang tetap semangat untuk mengikuti jalan sehat tersebut. Gubernur mengajak seluruh peserta untuk tetap bersyukur dan terus berdoa dalam menyongsong masa depan Kaltara yang akan datang.

“Meskipun hujan, kita tetap bersyukur dalam menjadikan Kaltara yang lebih baik. Semoga Kaltara diberikan keberkahan dalam kehidupan ini,” sebutnya.

Sesuai dengan tema, Gubernur mengajak masyarakat untuk menyebarkan pesan damai kerukunan antar umat beragama di Provinsi Kaltara. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjalin hubungan silaturahmi antar pemeluk agama di Kaltara. Kerukunan dan silaturahmi antar pemeluk agama itu penting, karena merupakan pondasi awal dalam membangun daerah. “Beragama itu juga merupakan fitrah bagi semua manusia. Namun saat ini kita dihadapi tantangan yang kompleks di kehidupan beragama dalam keberagaman. Ini perlu menjadi introspeksi kita semua sebagai umat beragama di Indonesia. Salah satunya adalah menghormati hak orang lain dan hukum dilaksanakan dengan tegas dan konsisten,” jelasnya.

Tema tebarkan kebaikan juga dianggap Gubernur tidak hanya retorika semata, namun harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari agar mengasah rasa kemanusiaan dalam keberagaman. “Karena itu, ajaran agama masing-masing harus kita jadikan basis pembentukan karakter. Dengan begitu, rasa kemanusiaan kita semakin menipis, dapat kembali terasah dan mau menolong terhadap sesama,” ucapnya.

Gubernur juga mengajak seluruh umat untuk meninggalkan hal buruk selama 2017 dan menyambut 2018 dengan meningkatkan perilaku dan kebaikan agar Allah SWT menambahkan keberkahan bagi semua.(humas)