Kamis, 07 Dec 2017, 05:21 WITA | 116 Views

 Sigit Muryono

TANJUNG SELOR – Untuk memenuhi harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang revitalisasi pendidikan untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan skill generasi muda yang siap kerja, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) setidaknya butuh tambahan 43 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ini juga untuk memenuhi standar perbandingan SMK dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di satu daerah, yakni 60 persen SMK dan 40 persen SMA.

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono, saat ini Kaltara memiliki 17 SMK dan 41 SMA. “Seharusnya, kita memiliki 60 SMK untuk mengimbangi SMA yang ada. Alhasil, dengan kondisi yang ada, kita pun mengoptimalkan SMK yang ada,” kata Sigit yang ditemui belum lama ini.

Cara berpikir masyarakat pun patut berubah dalam menentukan kelanjutan pendidikan putra-putrinya. “Selama ini masyarakat lebih tertarik bersekolah di SMA, tapi sebagiannya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal, lulusan SMA disiapkan pada bidang akademik yang harus meneruskan ke perguruan tinggi. Beda dengan SMK, yang memang disiapkan sebagai tenaga terampil siap kerja,” ujar Sigit.

Permasalahannya, lulusan SMK kadang tak dibekali sertifikat keahlian. “Di Kaltara, belum ada TUK (Tempat Uji Kompetensi). Sementara bidang keahlian yang perlu mendapat sertifikaf keterampilan itu, sekitar 70 bidang,” jelas Sigit. Disdikbud juga berharap kepala SMK aktif membuat jejaring dengan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan SMK dapat mudah mencari kerja.(humas)







Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×