Rabu, 15 Nov 2017, 06:09 WITA | 123 Views

JAKARTA - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie optimis, Kaltara dengan segenap sumber daya yang ada, akan mampu menyediakan transportasi murah dan layak bagi masyarakat perbatasan.

Demikian disampaikan, menyusul adanya rencana pembelian pesawat N-219 ‘Nurtanio), buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selain untuk menyediakan transportasi murah, dikatakan gubernur, tujuan pembelian pesawat tersebut, karena dengan pesawat berstatus aset pemerintah akan mengurangi beban anggaran daerah yang selama ini digunakan sebagai Subsidi Ongkos Angkut (SOA) orang dan barang.

Di samping itu, juga menjaga kontinuitas arus transportasi orang dan barang di wilayah perbatasan dan pedalaman.  “Pengoperasian pesawat ini nantinya, akan bekerjasama dengan maskapai penerbangan. Yang pasti, jika Kaltara benar-benar membeli pesawat N-219 ini, banyak keunggulan yang diperoleh. Baik dari sisi finansial, teknis maupun operasional,” ujar Irianto.

Dengan harga sekitar Rp 80 miliar, menurut gubernur, pesawat buatan Anak Bangsa ini, terbilang murah dari pesawat sekelasnya. Keunggulan lainnya, pesawat ini memiliki efektivitas lama terbang sekitar 2 jam. “Biaya operasional penerbangannya, Rp 7 juta per jam, diluar biaya pilot dan kru. Kalau disatukan, biaya operasional pesawat, gaji pilot dan kru, biaya operasional total sekitar Rp 30 juta per jam. Namun, harus diingat, biaya carter pesawat ke wilayah perbatasan Kaltara itu, mencapai Rp 60 juta per jam. Jadi, dari sisi bisnis, sangat menguntungkan. Bisa mencapai 50 persen keuntungan bagi pengelolanya,” beber Irianto.

Tanpa mengabaikan sisi bisnisnya, Gubernur menegaskan, bahwa pembelian N-219 semata-mata untuk kepentingan percepatan pembangunan transportasi dan pengentasan masalah sosial masyarakat di perbatasan dan pedalaman Kaltara.

“Yang terpenting itu, adalah cita-cita besar kita untuk membantu masyarakat di perbatasan. Sekaitan dengan rencana ini, Kaltara kan juga mengusulkan pembangunan bandar udara (Bandara) di Lumbis Ogong (Kabupaten Nunukan). Kelak, pesawat ini akan merambah pelayanan transportasi masyarakat di sana. Sekaligus membuktikan bahwa rencana jangka menengah dan panjang dari pembelian N-219 dipertimbangkan matang,” ungkapnya.

Selaku kepala daerah, meski rencana pembelian pesawat N-219 yang akan dikerjasamakan dengan maskapai penerbangan sangat menguntungkan dari sisi bisnis, Irianto tak memasang target pendapatan daerah dari rencana ini. “Yang patut dipikirkan itu, suatu saat penduduk di Kaltara ini akan bertambah karena adanya rencana DOB (Daerah Otonomi Baru). Seperti DOB Kabupaten Apau Kayan, DOB Kota Sebatik dan lainnya. Kita harus siap untuk mengelola prospek itu dengan baik. Pastinya, dalam pikiran saya, ini adalah gagasan orisinil dari saya sekaligus sumbangsih untuk membangun wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara,” jelas Gubernur. (humas)

 

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×