Rabu, 15 Nov 2017, 06:06 WITA | 63 Views

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan pada lembaga pendidikan vokasi di Kaltara, kemarin (14/11), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bunyu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Lamindo Inter Multikon (LIM). Penandatanganan ini terkait pengelolaan dan pemanfaatan workshop menjadi training center yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh siswa SMK di Bunyu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara Sigit Muryono yang menyaksikan penandatanganan itu mengatakan, ini adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh PT LIM. Dengan memanfaatkan kendaraan yang sudah tidak ekonomis lagi untuk produksi tetapi sangat bermanfaat sebagai sarana edukasi. “Di workshop tersebut terdapat mesin-mesin truk dan elektrik hydro perusahaan yang sudah tidak beroperasi, tapi bisa menjadi bahan untuk praktek siswa,” ungkap Sigit.

Meski dikelola sepenuhnya oleh Tenaga Pendidik SMK 1 Bunyu, workshop praktek tersebut juga bisa menjadi sarana belajar bagi seluruh SMK yang berhubungan dengan teknik alat berat dan perminyakan yang ada di Kaltara. “Tentu workshop ini juga bisa menjadi sarana praktek bagi siswa SMK yang ada di Kaltara. Misalnya SMK Negeri 2 Tarakan yang memiliki jurusan alat berat,” ujarnya.

Bahkan, Sigit berharap ke depannya, training center tersebut dapat menampung anak-anak putus sekolah. Dengan kata lain, menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan bagi lulusan-lulusan sekolah non formal seperti Paket A, Paket B dan Paket C.

“Kita berharap demikian, instrukturnya bisa kita ambil dari tenaga PT LIM dan guru yang mengajar di SMK Negeri 1 Bunyu,” bebernya.(humas)





Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×