Senin, 13 Nov 2017, 05:21 WITA | 80 Views

UNDANGAN KHUSUS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membicarakan progress investasi di Kaltara dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan di Kediaman Luhut, Kawasan Mega Kuningan Barat, Jakarta, Sabtu (10/11).

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie diundang secara khusus oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, untuk membicarakan progress investasi di Kawasan Industri Kaltara. Banyak hal dibicarakan dalam pertemuan yang dilangsungkan di kediaman Luhut di Kawasan Mega Kuningan Barat Jakarta, Sabtu (10/11) malam. Utamanya terkait dengan perkembangan terkini rencana sejumlah investasi di Kaltara. Yaitu di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning=Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Gubernur mengatakan, Luhut yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai koordinator percepatan investasi atas kerjasama Indonesia-Tiongkok, terus memantau perkembangan program ini. Termasuk di Kaltara, yang merupakan salah satu dari empat daerah yang masuk dalam inisiatif kerja sama dengan nama ‘One Belt One Road’ (OBOR)-‘Belt Road Initiative’ (BRI) tersebut. “Malam ini saya diundang, untuk berdiskusi mengenai perkembangan rencana investasi di kawasan industri di Kaltara. Utamanya di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Termasuk juga progress rencana pembangan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Sungai Kayan,” ungkap Irianto usai pertemuan.

Sebagai salah satu agenda dalam rangka menindaklanjuti rencana inisiatif kerjasama bilateral Indonesia-Tiongkok, kata Irianto, dalam waktu dekat akan ada pertemuan di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dikatakan, dalam pertemuan delegasi di Beijing yang akan dipimpin oleh Menko Kemaritiman tersebut, Kaltara termasuk salah satu yang diundang untuk ikut serta. “Selain saya melaporkan tentang progress perkembangan rencana investasi di Kaltara, dalam diskusi bersama Pak Menko tadi, juga dibahas rencana kunjungan delegasi Indonesia ke Beijing yang akan dipimpin Menko Kemaritiman,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, banyak masukan disampaikan oleh Menko Kemaritiman. Di antaranya, mengenai keinginan agar kawasan industri yang akan dibangun di Kaltara ini, dibangun secara terintegrasi. Menteri Luhut, kata Gubernur, meyakini, bila rencana investasi ini terealisasi maka berbagai isu pembangunan dan perekonomian di Kaltara dapat segera terselesaikan. Seperti, isu lapangan kerja serta sentra ekonomi.

Kaltara juga diyakini, akan menjadi sentra ekonomi baru. Karena ada listrik, kemudian industri smelter, dan pelabuhan internasional. “Jadi semua akan dibangun secara terintegrasi,” tegasnya. Dengan kebijakan pembangunan investasi terintegrasi, disamping pembangunan industri, juga perlu didukung penyediaan infrastruktur pendukungnya pun akan berjalan seiringan. Untuk diketahui, Kaltara, menjadi prioritas, karena merupakan salah satu dari tiga mega proyek pertama yang telah disepakati dalam kerja sama bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Tiongkok (China) Xi Jinping, melalui inisiatif kerja sama dengan nama OBOR-BRI antara Indonesia-Tiongkok. Selain Kaltara, tiga provinsi lain yang masuk dalam program kerjasama OBOR-BRI, adalah Sumatera Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan termasuk Bali.(humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×