Kamis, 09 Nov 2017, 05:23 WITA | 107 Views

PERHATIAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama Dirut PLN Sofyan Basir dan jajarannya di Coffee Shop Museum Batik Danar Hadi Solo, Rabu (8/11) siang.

SURAKARTA – Selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Demikian yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, ketika bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Sofyan Basir, di Coffee Shop Museum Batik Danar Hadi Solo, Rabu (8/11) siang. Seperti diketahui, Gubernur bersama istri datang ke Solo (Surakarta) untuk memenuhi undangan acara pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo di Graha Saga Buana, Solo.

Dalam pertemuannya dengan Dirut PLN, Gubernur mendiskusikan persoalan listrik di Kaltara. “Hal utama yang saya sampaikan dalam perbincangan tadi, saya meminta perhatian khusus untuk penyelesaian byarpet listrik di Kaltara. Utamanya di Tarakan, Nunukan dan Tanjung Selor (Bulungan),” ujar Irianto usai pertemuan.

Gubernur mengatakan, Dirut PLN sangat merespons dengan apa yang disampaikannya. Pihak PLN, kata Irianto, akan segera menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Tanjung Selor. “Untuk yang di Tanjung Selor, tadi oleh PLN, ditargetkan akhir Desember nanti sudah selesai,” ujarnya. Untuk diketahui, pembangunan dua proyek pembangkit tersebut, kini tengah berjalan di daerah Gunung Seriang, Tanjung Selor.

Selain mempercepat penyelesaian pembangunan PLTU, dikatakan Gubernur, Sofyan Basir juga menyampaikan, bahwa untuk solusi terdekat penyelesaian krisis listrik, PT PLN telah membeli 1.000 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk ditempatkan di seluruh daerah yang mengalami krisis di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltara. “Itu untuk solusi jangka pendeknya. Namun seperti kita ketahui, tenaga diesel yang berbahan bakar solar tidak efisien. Sehingga solusi jangka menengah tetap mempercepat penyelesian PLTU dan PLTMG. Termasuk PLTA untuk jangka panjang. Tadi juga disampaikan dukungannya,” ujar Irianto.

Terkait realisasi pemasangan PLTD, dikatakan Irianto, saat ini masih dalam proses mobilisasi. “Tadi waktu bertemu saya, pak Sofyan Basir langsung menelepon pimpinan PLN regional Kalimantan, untuk mem-follow up penyelesaian masalah byarpet di Kaltara. Dan solusi terdekatnya, itu tadi akan ada pengadaan mesin diesel,” ulasnya.

Gubernur menambahkan, dalam penambahan mesin ini tentu perlu proses dan waktu. Seperti untuk mobilisasi dan install PLTD tersebut. Oleh karenanya, Gubernur berharap masyarakat sabar. “Dan perlu dipahami juga, bahwa semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dan waktu. Kita sama-sama berdoa, semoga semua berjalan lancar dan bisa cepat selesai. Saya juga bersyukur dan terima kasih kepasa Pak Sofyan Basir yang memberikan perhatian serius, dalam upaya mengatasi sementara byarpet listrik yang parah di Kaltara,” beber Irianto.

Sebelumnya, Gubernur beberapa waktu lalu menyampaikan, PT PLN akan menambah daya pada tiga kabupaten dan kota di Kaltara melalui pengadaan mesin diesel. Ketiga daerah tersebut, antara lain mesin diesel daya 8 Megawatt (MW) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Kemudian, Kota Tarakan mendapatkan tambahan daya 5 MW dan Kabupaten Nunukan dengan daya 6 MW. Direncanakan mulai November sudah mobilisasi mesin ke daerah-daerah yang dituju.(humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×