Senin, 10 Jul 2017, 06:55 WITA | 59 Views

KAWASAN INDUSTRI : Pihak Kemenperin dipimpin Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Busharmaidi bersama jajaran Pemprov Kaltara kala mengunjungi KIPI Tanah Kuning, Kamis (6/7) lalu.

TANJUNG SELOR - Meski Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadisudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sesuai denganPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang PercepatanPelaksanaan Proyek Strategis Nasionalpemerintah daerah masih perluterus melakukan komunikasi ke pusatTerutama untuk bisa mendapatkanpendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNmaupun dari kementerian-kementerian terkait.

Gubernur Kalimantan Utara (KaltaraDr H Irianto Lambriemengungkapkanada dua alternatif pembiayaan pembangunan KawasanIndustri Dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning di TanjungPalas TimurKabupaten Bulungan pasca ditetapkan sebagai proyekstrategis nasionalPembiayaan bisa bersumber dari anggaran pemerintahBaik dari pusatPemeritan Provinsi (Pemprov)maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab)juga bisa bersumber dari anggaran non pemerintahatau swasta

Pembiayaan non anggaran pemerintah dapat diurai lagi menjadi duaPertamaswasta atau investor dalam negeri dan investor luar negeri. Dari berbagai opsi itumaka pembangunan kawasan industri dapatdiintegrasikan. “Jadi dana itu nanti diintegrasikan untuk membangunkawasanTidak mesti dana pemerintah saja,” kata Irianto.

Swasta dalam negeri maupun asing akan didorong masuk menggarap danmelakukan usaha industri di Tanah KuningPeluang swasta diakuiGubernur memang akan lebih besarHanya saja dirinya belummemperkirakan berapa porsi pengelolaan oleh swasta dan berapakemampuan pemerintah. “Yang jelas pemerintah siapkan infrastrukturpendukung baik di dalam maupun menuju lokasi kawasan industriTermasuk nanti perkantoran serta fasilitas lain dalam pengembanganwilayah itu,” ujarnya

Pemprov Kaltara sendiriungkapnyasudah menyiapkan rencana induk(masterplankawasan industridokumen Analisis Mengenai DampakLingkungan (amdal). Dokumen ini disebutkan Irianto sudah diselesaikansejak 2016. “Kalau investor ada masukdia bisa mengecek di rencanainduk itudan akan mereka sesuaikan dengan kebutuhannya,” ujarnya

Gubernur menegaskanpihaknya akan terus melanjutkan komunikasi ataulobi-lobi dengan kementerian atau lembaga terkait pasca ditetapkannyaTanah Kuning sebagai kawasan industri prioritasPasalnyapeluangmasuk APBN untuk membiayai infrastruktur pendukung kawasanindustri sangat besar. “Karena sudah masuk Perpresitu instruksiPresiden kan. Tetapi sekali lagiKaltara bersaing dengan daerah lain. Kitahanya salah satu. Ada di Sumatera, Jawa, Papua, Sulawesi ada puluhan,”ujarnya.

Untuk meyakinkan pusatmaka strategi lobi harus memperlihatkankeunggulan yang dimilikiKeunggulan kawasan industri Tanah Kuningsebutnyapertama karena keberadaan proyek pembangunan PembangkitListrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Bulungan yang tidak semuadaerah yang akan dibangun kawasan industri di Tanah Air memilikiproyek penyediaan energi listrik yang besar seperti di Kaltara

Secara geografis juga cukup stragisLetak Tanah Kuning di SelatMakassar yang berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi danSamudera Pasifik menjadi keunggulan khusus ketika memasarkan produkbaik ke negara-negara tetangga di ASEAN maupun negara di Asia Pasifiklainnya. “Kita jauh lebih bagusLalu lokasinya juga bagus di pinggir lautjalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesiamenuju PasifikPendudukrelatif sedikit dan wilayah luasitu bagus dan peluang untukdikembangkan sangat besarBerbeda dengan di Jawa, Sumatera, danSulawesi yang sudah mengalami kompleksitas tinggi,” ujar Irianto lagi

Gubernur mengingatkanperwujudan sebuah kawasan industri di Kaltarasangat tergantung juga dari dukungan semua komponen masyarakat baikpemerintahlegislatifdan lembaga swadaya masyarakatJika masyarakatberorientasi pada kemajuan tuturnya maka investasi akan cepat terealisasiyang pada gilirannya akan membuka kesempatan kerja dan ekonomi bisatumbuh pesat. (humas)

Berita Terkait
kaltaraprov
Copyright © 2017 Website Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Top
×